Diabetes Mellitus, Tatalaksana, Pengendalian dan Komplikasinya

Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau kedua-duanya. Diagnosis DM umumnya akan dipikirkan bila ada keluhan/gejala klinis khas DM berupa poliuria, polidipsia, polifagia, dan penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan sebabnya. Secara epidemiologik DM seringkali tidak terdeteksi dan dikatakan onset atau mulai terjadinya adalah 7 tahun sebelum diagnosis ditegakkan, sehingga morbiditas dan mortalitas dini terjadi pada kasus yang tidak terdeteksi.

DM jika tidak dikelola dengan baik akan dapat mengakibatkan terjadinya berbagai penyakit menahun, seperti penyakit serebrovaskular (stroke), penyakit jantung koroner, penyakit pembuluh darah tungkai (kaki diabetik), penyakit pada mata, ginjal, dan syaraf. Jika kadar glukosa darah dapat selalu dikendalikan dengan baik, diharapkan semua penyakit menahun tersebut dapat dicegah, atau setidaknya dihambat. Berbagai faktor genetik, lingkungan dan cara hidup berperan dalam perjalanan penyakit diabetes.

Jumlah penderita penyakit diabetes melitus akhir-akhir ini menunjukan kenaikan yang bermakna di seluruh dunia. Perubahan gaya hidup seperti pola makan dan berkurangnya aktivitas fisik dianggap sebagai faktor-faktor penyebab terpenting. Oleh karenanya, DM dapat saja timbul pada orang tanpa riwayat DM dalam keluarga dimana proses terjadinya penyakit  memakan waktu bertahun-tahun dan sebagian besar berlangsung tanpa gejala. Namun penyakit DM dapat dicegah jika kita mengetahui dasar-dasar penyakit dengan baik dan mewaspadai perubahan gaya hidup kita.

DM diklasifikasikan atas : DM tipe 1, M tipe 2, DM Gestasional dan DM tipe Lainya.

DM tipe 1 dengan patofisiologi adanya destruksi sel beta pankreas sehingga terjadi kecendrungan defesiensi insulin absolut baik disebabkan oleh proses autoimun maupun idiopatik.

DM tipe 2 dengan patofisiologi adanya kemungkinan kelainan di beberapa tempat : Sekresi insulin oleh pankreas mungkin cukup tetapi terjadi resistensi insulin di perifer; Jumlah reseptor di jaringan perifer kurang; Jumlah reseptor cukup tetapi kualitas reseptor jelek sehingga insulin tdak efektif; Terdapat kelainan di pasca reseptor sehingga proses glikolisis intra seluler terganggu; dan adanya kelainan campuran diantara keempat diatas.

DM Gestasional merupakan DM yang terjadi selama periode masa kehamilan, dan setelah melahirkan maka gula arah berangsur-angsur kembali normal.

DM tipe lainnya DM yang terjadi akibat Defek genetik fungsi sel beta; Defek genetik kerja insulin; Penyakit eksokrin pankreas; Endokrinopati; Karena Obata tau zat kimia; Infeksi; Sebab imunologi yang jarang; Sindrom genetik lain yang berkaitan dengan DM.

Gejala klinis DM yang klasik : poliuria, polidipsia, polifagia dan penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan sebabnya. Keluhan lain dapat berupa lemah badan, kesemutan, mata kabur, disfungsi ereksi pada pria serta pruritus vulvae pada wanita.

Diagnosis DM harus didasarkan atas pemeriksaan kadar glukosa darah (pemeriksaan yang dianjurkan adalah pemeriksaan glukosa dengan cara enzimatik dengan bahan darah plasma vena), dengan kriteria diagnosis sbb :

  1. Gejala klasik DM + kadar glukosa darah sewaktu ≥ 200 mg/dl.
  2. Gejala klasik DM + kadar glukosa darah puasa ≥ 126 mg/dl.
  3. Kadar glukosa darah 2 jam pada tes toleransi glukosa oral (TTGO) ≥ 200 mg/dl.
  4. Kadar HbA1C ≥ 6,5%.

Apabila hasil pemeriksaan tidak memenuhi kriteria normal atau DM maka dapat digolongkan ke dalam kelompok TGT atau GDPT tergantung hasil yang diperoleh (TGT : glukosa darah plasma 2 jam setelah beban antara 140 – 199 mg/dl; GDPT : glukosa darah puasa antara 100 – 125 mg/dl).

Tatalaksana Pengendalian DM meliputi :

  1. Edukasi

Diabetes mellitus (DM) tipe 2 umumnya terjadi pada saat pola gaya hidup dan prilaku telah terbentuk secara mapan. Disamping peran tenaga kesehatan (dokter, perawat dan tenaga Gizi) sebagai pendamping tenaga profesional,  keberhasilan pengelolaan diabetes membutuhkan partisipasi aktif pasien, keluarga dan masyarakat untuk melakukan perubahan prilaku yang berkaitan dengan upaya pengendalian diabetes. Untuk mencapai perubahan prilaku dibutuhkan edukasi yang komprehensif dan upaya peningkatan motivasi diantaranya pemahaman tentang perjalanan penyakit DM, makna dan perlunya pengendalian dan pemantauan DM, penyulit DM dan resikonya, intervensi farmakologis dan non farmakologis, serta pentingnya latihan jasmani yang teratur.

  1. Terapi Gizi Medis

Terapi gizi medis (TGM) merupakan bagian penatalaksanaan diabetes secara total. Kunci keberhasilan TGM adalah keterlibatan secara menyeluruh dari anggota tim (dokter, ahli gizi, petugas kesehatan yang lain, keluarga pasien dan pasien itu sendiri). Setiap diabetisi sebaiknya mendapatkan TGM sesuai dengan kebutuhannya guna mencapai target terapi. Pada diabetisi perlu ditekankan pentingnya keteraturan makan dalam hal jadual makan, jenis dan jumlah makanan, terutama mereka yang menggunakan obat penurun glukosa darah atau insulin. Pada consensus PERKENI telah ditetapkan bahwa standar yang sianjurkan adalah santapan dengan komposisi yang seimbang berupa karbohidrat (45-65%), lemak (20-25%), protein (15-20%), diet cukup serat, serta pembatasan garam.Faktor-faktor yang menentukan kebutuhan kalori antara lain jenis kelamin, usia, aktifitas fisik/pekerjaan dan berat badan.

  1. Latihan Jasmani

Kegiatan jasmani sehari-hari dan latihan jasmani secara teratur 3-4 kali seminggu selama 30 – 60 menit merupakan salah satu pilar dalam pengelolaan DM tipe 2. Latihan jasmani selain menjaga kebugaran juga dapat menurunkan berat badan dan memperbaiki sensitifitas insulin, sehingga akan memperbaiki kendali glukosa darah. Latihan jasmani yang dianjurkan berupa latihan jasmani yang bersifat aerobic seperti berjalan santai, jogging, senam bersepeda dan berenang.

  1. Intervensi Farmakologis.

Intervensi farmakologis ditambahkan bila sasaran glukosa darah belum tercapai dengan TGM dan latihan jasmani.

Obat Hipoglikemik oral (OHO)

  1. Berdasarkan cara kerjanya OHO dibagi menjadi 4 golongan :
  2. Pemicu sekresi insulin : sulfonylurea dan glinid.
  3. Penambah sensitifitas terhadap insulin : metformin dan tiazolindindion.
  4. Penghambat gluconeogenesis : metformin.
  5. Penghambat absorpsiglukosa : penghambat glucosidase alfa.

Insulin

Insulin diperlukan pada keadaan :

  1. Penurunan berat badan yang cepat
  2. Hiperglikemia berat yang disertai dengan ketosis
  3. Ketoasidosis diabetik
  4. Hiperglikemia hiperosmolar non ketottik
  5. Hiperglikemia dengan asidosis laktat
  6. Gagal dengan kombinasi OHO dosis hamper maksimal
  7. Setres berat (infeksi sistemik, operasi besar, IMA, stroke)
  8. Kehamilan dengan DM (Diabetes MellitusGestasional) yang tidak terkendali dengan TGM
  9. Ganguan hati, ginjal atau gangguan hati yang berat
  10. Kontraindikasi dan alergi terhadap OHO.

Untuk dapat mencegah terjadinya komplikasi kronik diperlukan pengendalian DM yang baik yang merupakan target terapi. Diabetes terkendali baik apabila kadar glukosa darah mencapai kadar yang diharapkan serta kadar lipid dan HbA1C juga mencapai kadar yang diharapkan. Demikian pula status gizi dan tekanan darah.

DM terkendali baik bila :

  • Gula Darah Puasa (GDP) : 80 – 99 mg/dl.
  • Gula Darah 2 jam PP : 80 – 144 mg/dl
  • HbA1C : <6,5 %.

DM terkendali sedang bila :

  • Gula Darah Puasa (GDP) : 100 – 125 mg/dl.
  • Gula Darah 2 jam PP : 145 – 179 mg/dl
  • HbA1C : 6,5 – 8 %.

DM tidak terkendali (buruk) bila :

  • Gula Darah Puasa (GDP) : > 125 mg/dl.
  • Gula Darah 2 jam PP : > 179 mg/dl
  • HbA1C : > 8 %.

Dalam perjalanan penyakit DM, dapat terjadi komplikasi baik akut maupun kronis, sbb :

Komplikasi Akut :

  • Ketoasidosis Diabetik
  • Hiperosmolar non ketotik
  • Hipoglikemia

Komplikasi Kronis (Menahun) :

  • Makroangiopati (pembuluh darah jantung, otak, dan pembuluh darah tepi).
  • Mikroangiopati (retinopati diabetik dan nefropati diabetik)
  • Neuropati

Demikian sekilas gambaran penyakit Diabetes Mellitus (DM) semoga bermanfaat.

 

 

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

*