Retinoblastoma

retinoblastomaRetinoblastoma adalah tumor ganas didalam bola mata yang berkembang dari sel retina premitif/matur dan merupakan tumor ganas primer terbanyak pada bayi dan anak usia 5 tahun ke bawah dengan insiden tertinggi pada usia 2 – 3 tahun. Masa tumor di retina dapat tumbuh kedalam vitreus (endofilik) dan tumbuh menembus keluar (eksofilik). Retinoblastoma dapat bermetastase keluar mata menuju organ lain seperti tulang, sumsum tulang belakang dan sistim saraf pusat.

Tanda klinis Retinoblastoma bergantung kepada stadium penyakit. Lesi tumor yang dini dapat tidak terdeteksi secara kasat mata, kecuali melalui pemeriksaan dengan oftalmoskopi. Tumor tampak sebagai masa di retina berwarna putih, translucent. Bila ditemukan leukokoria yang disebabkan oleh reflek cahaya mata putih pada fundus, maka biasanya sudah terjadi lesi tumor yang cukup besar. Tumor yang lanjut akan berekstensi ke jaringan orbita sehingga menunjukkan tanda klinis proptosis, bahkan dapt bermetastase ke organ lain. Metastase sistemik terjadi pada sumsum tulang, otak, tulang dan kelenjar limfe.

Dua klasifikasi yang belakangan ini sering digunakan untuk kelompok tumor intra ocular (di dalam bola mata) yaitu klasifikasi Reese Ellswoth dan klasifikasi ABC (New ABC Clasification). Klasifikasi lainnya yang diajukan adalah : Klasifikasi International Retinoblastoma.

Prosedur Diagnosis :

Berdasarkan : Anamnese, Pemeriksaan Fisis secara klinis (pemeriksaan bola mata eksternal, segmen anterior dan funduskopi) dan Pemeriksaan Penunjang.

Anamnese :

  • Tampak bintik putih pada bagian hitam bola mata,
  • Tampak mata seperti mata kucing.

Pemeriksaan Fisis secara Klinis (pemeriksaan bola mata eksternal, segmen anterior dan funduskopi) :

  • Leukokoria / white pupil, cat,s eye,
  • Mata juling (strabismus),
  • Proptosis / bola mata menonjol, yang merupakan tanda stadium lanjut,
  • Red reflek fundus (-)

Pemeriksaan Penunjang :

  • Di Puskesmas : Tidak dilakukan.
  • Di RS Tipe C dan B : Darah lengkap, CT scan, Aspirasi sumsum tulang, Punksi Lumbal.
  • Di RS Tipe A : Darah lengkap, Biopsi Histopatologi, CT scan / MRI, USG mata, Aspirasi sumsum tulang, Punksi Lumbal.

Pengenalan awal rujukan yang cepat pada kasus suspek Retinoblastoma merupakan factor yang sangat menentukan untuk survival penderita. Pada kenyataannya di Indonesia kasus Retinoblastoma sering ditemukan pada stadium lanjut. Pengenalan awal Retinoblastoma melalui deteksi adanya leukokoria dapat dilakukan di Puskesmas dengan alat sederhana : lampu senter dan oftalmoskop direk : tes lihat merah.

Terapi Retinoblastoma :

Tujuan utama terapi Retinoblastoma, adalah :

  • Menyelamatkan hidup,
  • Menyelamatkan bola mata,
  • Menyelamatkan penglihatan.

Ada beberapa metode terapi Retinoblastoma yaitu :

  • Operasi,
  • Kemoterapi,
  • Radioterapi.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

*