Pemeriksaan Radiologis (Mammografi, USG dan MRI) dalam Penemuan Kanker Payudara

Mammografi,

Wanita sehat usia 40 tahun atau lebih sebaiknya menjalani pemeriksaan Mammografi tiap tahun sekali.

Mammografi adalah pemeriksaan payudara dengan menggunakan sinar X yang dapat memperlihatkan kelainan pada payudara dalam bentuk terkecil yaitu mikrokalsifikasi. Dengan pemeriksaan mammografi, kanker payudara dapat dideteksi dengan akurasi sampai 90%.

Pada pemeriksaan dengan mesin mammografi, payudara diletakkan diantara dua plat yang menekan untuk meratakan dan menyebarkan jaringan payudara. Hal ini mungkin menimbulkan rasa yang tidak nyaman, tetapi sangat penting untuk menghasilkan gambar mammogram yang baik dan dapat dibaca. Penekanan payudara ini akan berlangsung dalam beberapa detik dari seluruh prosedur mammografi untuk satu payudara yang membutuhkan waktu  sekitar 20 menit.

Hasil dari mammografi berupa film (mammogram) yang dapat diinterpretasi oleh dokter bedah atau dokter ahli radiologi. Perubahan yang dapat terlihat dari mammogram adalah :
Mikrokalsifikasi yaitu deposit-deposit kecil kalsium dalam jaringan payudara yang terlihat sebagai titik-titik kecil putih di sekitar jaringan payudara. Mikrokalsifikasi yang dicurigai sebagai tanda kanker adalah titik-titik yang sangat kecil yang berkumpul dalam suatu kelompok (cluster).

Massa yang tampak pada mammogram dapat disebabkan oleh kanker atau bukan kanker. Untuk memastikannya perlu dilakukan pemeriksaan biopsi. Massa yang tampak dapat berupa massa padat atau kistik (berongga serta berisi cairan).

Ultrasonografi (USG),

USG payudara adalah pemeriksaan payudara menggunakan gelombang suara. USG dapat membedakan benjolan berupa tumor padat atau kista. USG biasa digunakan untuk mengevaluasi kelainan payudara yang tampak pada gambaran mammogram dan lebih direkomendasikan untuk dilakukan pada wanita usia muda (di bawah 30 tahun). Pemeriksaan USG saja tanpa mammografi sebelumnya tidak direkomendasikan untuk deteksi kanker payudara. Namun dengan kombinasi pemeriksaan USG dan Mammografi, maka kelainan pada payudara dapat ditentukan dengan lebih akurat.

Pemeriksaan USG saat ini cukup banyak dilakukan karena tidak bersifat invasif dan dengan biaya yang tidak lebih mahal dibandingkan dengan pemeriksaan lainnya. Tapi efektifitas pemeriksaan USG sangat tergantung dari pengalaman dan keahlian petugas yang melaksanakan pemeriksaan.

Magnetic Resonance Imaging (MRI),

Bagi wanita yang memiliki risiko tinggi terkena kanker payudara, direkomendasikan untuk melakukan pemeriksaan MRI bersama dengan pemeriksaan Mammografi tahunan. MRI menggunakan magnet dan gelombang radio untuk memproduksi gambar irisan tubuh. Pemeriksaan MRI akan jauh lebih bermanfaat dan efektif bila menggunakan bahan/zat kontras.

MRI merupakan alat deteksi kanker yang lebih sensitif dari Mammografi, namun MRI memiliki nilai positif palsu yang lebih tinggi, dimana sering muncul gambaran kelainan positip kanker payudara yang ternyata sebenarnya bukan kanker. Itu sebabnya MRI tidak direkomendasikan sebagai alat skrining/penjaringan kanker payudara bagi wanita yang tidak memiliki risiko tinggi terkena kanker payudara.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

*