Kondom Mencegah Penularan HIV/AIDS melalui Jalur Prilaku Seksual Berisiko Tinggi, Benarkah?

Kondom (Condom) adalah alat pembungkus penis yang telah dicoba berabad-abad dan telah ditemukan sejak zaman Mesir Kuno sebagai alat pelindung penis. Tahun 1564 Ahli Anatomi Italia FALLOPIUS memperkenalkan pelindung penis yang terbuat dari kain linen. Abad ke-18 pelindung penis dari usus binatang mulai dipopulerkan dengan nama kondom untuk mencegah kehamilan yang tidak diinginkan dan penyakit kelamin. Tahun 1844 saat karet vulkanis ditemukan diproduksi secara massal kondom dari bahan lateks.

Persyaratan Prduksi Kondom di era modern agar berkualitas dan berfungsi efektif :

  • Uji coba, minimal kondom harus menampung 16 liter udara (atau lebih besar dibanding kepala orang dewasa).
  • Standar ISO 4074 th 2002 dan WHO 2003, kondom harus tidak dapat ditembus sperma maupun virus. ketebalan kondom harus berkisar 50 – 70 mikron (satu mikron = satu perseribu millimeter)

Dengan demikian KONDOM adalah akan memberikan perlindungan yang efektif, nyaman, dan aman.

Kondom bukan satu satunya CARA mencegah HIV/AIDS, namun merupakan satu satunya ALAT mencegah HIV/AIDS dari jalur perilaku seks berisiko tinggi.

Bila Kondom digunakan dengan baik, benar dan konsisten, akan efektif untuk :

  • Mencegah kehamilan
  • Mencegah penularan penyakit (AIDS, IMS, Hepatitis B)

 

Bila kondom disimpan dengan baik akan :

  • Tidak mudah robek pecah
  • Pelumasnya tidak cepat kering

Condom Error bila :

  • Tidak mengeluarkan udara dari ujung kondom sebelum menggunakannya,
  • Kondom yang digunakan robek saat hubungan seks,
  • Tidak memegang pangkal kondom sewaktu menyarungkannya ke penis,
  • Kondom yang dipakai sudah rusak,
  • Melakukan hubungan seks dahulu, sebelum memakai kondom,
  • Terbalik (antara gulungan luar dengan gulungan dalam) saat memakai kondom.

 

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

*