PREVENTION OF ALZHEIMER DISEASE

Alzheimer disease constitutes the degenerative disease as consequent of brain cell death and generally causing deterioration intellect and cognitive function, that include: deterioration of remembering power and thinking process. The behavior that often be experienced by patient is forget easily or senility. Like as we know as risk factor of Alzheimer disease is old age more than 64 years, descent or generation, environment contaminated by heavy metal, smoke, pesticide, electromagnetic wave, serious head traumatic history and substitute therapy by hormone for woman. So, some methods to prevent of Alzheimer disease are low fat diet, consume nutritions specific for brain, meditation, sport, and brain exercises.

Low fat diet (diet rendah lemak)
Diet dengan membatasi total kalori serta konsumsi lemak dapat membantu mencegah demensia. Batasi konsumsi asam lemak omega 3 yang terdapat pada dokosaheksaenoat (DHA) pada ikan tuna dan ikan salmon karena dapat mengurangi / menurunkan kinerja kognitif pada orang tua.

Consume nutrients specific for brain (konsumsi Nutrien spesifik otak)
Nutrisi untuk menjaga kesehatan otak yaitu : Vitamin compleks meliputi vitamin C dan E, yang dapat sebagai anti oksidan yang dapat mencegah kerusakan sel-sel otak. Penelitian membuktikan bahwa antioksidan the hijau mampu melindungi otak dari penyakit Alzheimer. Bagi mereka yang mengkonsumsi kombinasi vitamin C dan E mempunyai risiko menderita penyakit Alzheimer 78 % lebih kecil dibandingkan mereka yang tidak pernah memngkonsumsi kombinasi vitamin C dan E.

Meditation (Meditasi)
Dengan meditasi telah berhasil menurunkan tingkat luka saraf dan kematian sel. Disamping juga meditasi dapat menurunkan level lipid peroksidase dan meningkatkan level dehidroepiandrosteron, suatu hormone yang penting untuk optimalisasi fungsi otak.

Sports (Olah Raga)
Dengan olah raga aerobic dapat memperbaiki aspek-aspek fungsi kognitif. Oleh karena itu olah raga disarankan untuk dilaksanakan secara teratur karena dapat menahan laju demensia Alzheimer. Orang tua yang berusia antara 40 – 60 tahun dan mau melakukan olah raga secara teratur memiliki risiko menderita Alzheimer lebih rendah dari pada mereka yang tidak berolah raga secara teratur, karena olah raga dapat meningkatkan aliran darah otak dan produksi faktor-faktor pertumbuhan untuk saraf.

Brain Exercises (Melatih Otak)
Latihan otak ditujukan untuk memberikan stimulasi kognitif . Latihan tersebut misalnya : diskusi topic actual tertentu, mengisi teka-teki, main catur, mendengarkan musik, dan berkesenian. Juga kegiatan yang bersifat rekreasi seperti berdansa atau membuat biografi kisah hidup sejak masa kecil dapat mempertahankan stimulasi kognitif. Latiahn tersebut dapat mendorong berkembangnya dendrite dan meningkatnya fleksibilitas system saraf pusat.

So, be wary and prevent Alzheimer Disease by low fat diet, consume nutritions specific for brain, meditation, sport, and brain exercises.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

*